Produk



Amethyst adalah berbagai krista quartz yang berwarna ungu (kecubung ungu), batu ini sering digunakan untuk perhiasan. Kecubung ungu ini adalah sebuah batu cantik berwarna ungu, dan karenakecantikannya sampai abad ke-18, amethyst atau batu kecubung ungu termasuk dalam batu permata paling berharga bersama dengan batu berlian, batu safir, batu ruby, dan batu zamrud. Nilai amethyst mulai memudar ketika Bangsa Eropa menemukan Benua Amerika, dan menmukan banyak deposit amethyst di wilayah Amerika Selatan, seperti di wilayah Brazil, Bolivia, dan Uruguay pada zaman modern. Amethyst adalah batu kelahiran tradisional untuk yang terlahir di bulan Februari.
Nama amethyst berasal dari Bahasa Yunani Kuno ἀ a-yang berarti tidak dan methustos μέθυστος yang berarti keracunan atau mabuk, menurut keyakinan batu ini melindungi pemiliknya dari mabuk dan racun. Orang-orang Yunani dan Romawi kuno mengenakan wadah air minum dari amethyst karena yakin bahwa hal ini akan mencegah keracunan.
Seorang penyair Perancis Remy Belleau (1528–1577) , menciptakan menceritakan bahwa Bachus, yaitu seorang Dewa Mabuk Tuak dan Anggur jatuh cinta pada Amethyste seorang wanita yang menolak cintanya. Amethyste berdoa kepada para dewa, agar dapat mempertahankan kesuciannya. Dewi Diana mengabulkan doanya dan mengubahnya menjadi sebuah batu putih. Bachus menuangkan aggur pada batu tersebut sebagai tanda penghormatan, dan batu itu pun berubah warna menjadi ungu. Variasi lain dari cerita di atas adalah Dewa Dionysius yang sebelumnya dihina oleh seorang manusia, bersumpah untuk membunuh manusia manapun yang ditemuinya, dan menciptakan harimau - harimau buas. Ternyata kemudian dia bertemu dengan Amethystos, seorang wanita cantik yang sedang dalam perjalanan menuju Kuil Dewa Artemis. DewaArtemis menyelamatnya nyawa wanita tersebut dengan mengubahnya menjadi sebuah kristal quartz. Dionysius kemudia menangis menyesali aksinya ketika melihat patung kristal cantik tersebut, dan air matanya merubah warna kristal tersebut menjadi ungu. Walaupun kisah Dionysius tersebut tidak didapatkan di kisah - kisah klasik tetapi menurut catatan sejarah Rhea memang memberikan kristal kecubung ungu atau amethyst pada Dionysius untuk menjaganya dari mabuk.